KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
96. St. Leo III (795-816)
Leo lahir di Roma. Terpilih menjadi paus pada 27 Desember 795. Pemilihannya ditentang oleh dua kerabat Paus Adrianus yang juga berambisi menjadi paus. Mereka sampai menjebloskan ke penjara, tetapi rakyat membebaskannya. Meskipun tidak merasa aman, ia pergi ke Perancis dimana ia diminta bantuan dan perlindungan Charlemagne. Kemudian ia kembali ke Roma, di sana ia disambut dengan meriah dan dikembalikan ke Takhta Kepausan. Pada tahun 800, pada malam Natal, ada suatu peristiwa historis yang patut dikenang, yang berpengaruh besari bagi kehidupan social-politik, yaitu: di Basilika St. Petrus, Paus Leo memahkotai Charlemagne sebagai kaisar. Kabar melalui dedikasi yang terkenal:”Panjang umur dan kemenangan bagi Charles yang saleh dan mulia, dimahkotai oleh Allah, kaisar agung danpenuh perdamaian.” Itulah asal usul lahirnya kekaisaran Romawi Suci, perluasan dari kekaisaran Romawi Barat yang berkedudukan di Aix-la-Chapelle. Sehingga ada dua kekuatan yang menguasai dunia Barat yaitu Kekristenan Ritus Latin dan Kerajaan Teutonik yang disebut Imperium Romawi Suci.
Kaisar menjadi pelindung dan penajmin keamanan bagi kepentingan paus dan gereja. Ia membaktikan dirinya dalam hal persetujuan pemilihan paus. Kepadanya, paus menganugerhkan Perancis suatu julukan “Putri Sulung Gereja’. Tindakan ini menandai perpecahan yang dalam dan definitif dengan Konstantinopel yang merasa dikuasai, baik oleh Gereja maupun oleh kekaisaran, untuk menyerang Roma pada tingkat politik maupun doktrin. Nyatanya, Konstantinopel telah dikecualikan dari politik Barat. Gereja Roma dihadapkan pada suatu pilihan: mengumandangkan lahirnya kekaisaran baru Eropa atau memilih bermusuhan dengan Timur demi keamanan dirinya. Eropa telah mempunyai suatu struktur adminstratif yang baru, yaitu kabupaten-kabupaten dan region-regio yang diperintah dan dikontrol oleh missi dominci yang secara langsung bertanggung jawab kepada kaisar. Pada umumnya, mereka adalah adalah para uskup. Charlemagne memberikan banyak bantuan kepada kaum klerus dan emndirikan Sekolah Palatine yang terkenal itu, yang menjadi cikal bakal Universitas Paris. Paus Leo wafat dua tahun setelah kematian kaisar yaitu pada 12 Juni 816 dan dimakamkan di Basilika St. Petrus.
|